PERNAHKAH ANDA MELIHAT SESEORANG DENGAN TULANG BELAKANG BERBENTUK huruf "C" atau "S"?

Kondisi kelainan tulang belakang yang berbentuk “C” atau “S” ini adalah skoliosis. Angka kejadian Skoliosis ini cukup tinggi (2-3% secara demografis), namun tidak semua orang menyadarinya. Seringkali, seseorang baru memeriksakan dirinya setelah Skoliosis berat atau mencapai kelengkungan lebih dari 20 derajat, hingga menimbulkan gejala atau punggung terlihat sangat tidak simetris.
Kelainan tulang belakang ini sebenarnya sudah dimulai sejak usia kanak-kanak, namun karena perkembangannya lambat dan sangat dipengaruhi oleh aktifitas atau kebiasaan sehari-hari, banyak orang tua baru menyadari Skoliosis pada usia 10 -15 tahun. Konsultasi di Synergy CST untuk deteksi dan Terapi Skoliosis sejak dini untuk hasil yang maksimal.

Skoliosis merupakan kelainan pada tulang belakang, berupa kelengkungan abnormal lebih dari 10 derajat, hingga tulang belakang membentuk huruf “C” atau “S”. Penderita Skoliosis biasanya akan mengeluhkan nyeri punggung dan merasa terganggu ketika beraktifitas. Pada kasus yang berat, Skoliosis akan mengganggu penampilan karena menggunakan pakaian akan selalu tidak fit. Hal ini diakibatkan posisi Bahu dan Pinggang yang tidak simetris atau miring sebelah.

Jl. Jend. Sudirman No.294, Kb. Jeruk, Kec. Andir, Kota Bandung, Jawa Barat 40181

Konsultasi dan Pemeriksaan awal GRATIS

Artikel Tentang Skoliosis

Uncategorized
dr. Romel

SKOLIOSIS KONGENITAL: JENIS SKOLIOSIS YANG TERBENTUK SEJAK DALAM KANDUNGAN

Skoliosis kongenital adalah kelainan tulang belakang yang sudah ada sejak lahir, di mana terjadi pembengkokan tulang belakang ke arah samping yang sifatnya abnormal. Kondisi ini terjadi akibat gangguan pada proses somatogenesis selama perkembangan janin, yang meliputi kegagalan pembentukan atau segmentasi tulang belakang, atau kombinasi dari kedua proses tersebut.

Read More »

POSTUR YANG BURUK DAN SKOLIOSIS

Postur tubuh yang buruk dapat memberikan tekanan yang tidak merata pada tulang belakang, terutama pada anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Hal ini dapat menyebabkan tulang belakang mengalami perubahan bentuk yang abnormal, yang pada akhirnya dapat mengarah pada skoliosis. Ketidakseimbangan otot di sekitar tulang belakang juga dapat menyebabkan tekanan yang tidak seimbang, sehingga akan memperburuk kondisi skoliosis.

Read More »