SKOLIOSIS KONGENITAL: JENIS SKOLIOSIS YANG TERBENTUK SEJAK DALAM KANDUNGAN

Skoliosis kongenital adalah kelainan tulang belakang yang sudah ada sejak lahir, di mana terjadi pembengkokan tulang belakang ke arah samping yang sifatnya abnormal. Kondisi ini terjadi akibat gangguan pada proses somatogenesis selama perkembangan janin, yang meliputi kegagalan pembentukan atau segmentasi tulang belakang, atau kombinasi dari kedua proses tersebut.

Di Indonesia, pendekatan terapi skoliosis konservatif oleh Synergy CST menawarkan solusi non-operatif untuk mengatasi kelainan skoliosis, terutama ketika pasien skoliosis memasuki usia remaja (10 – 15 tahun). Terapi Skoliosis di Synergy CST ini menggunakan kombinasi latihan spesifik dan brace skoliosis yang dirancang secara khusus (custom), sesuai dengan kondisi pasien dan mengacu pada standar kualitas global yang dibuat oleh SOSORT (The International Society on Scoliosis Orthopaedic and Rehabilitation Treatment).

penjelasan tentang SOSORT: di sini

Memahami Skoliosis Kongenital

Skoliosis kongenital adalah kelainan tulang belakang yang terjadi sejak bayi berada dalam kandungan, dan terdiagnosis segera setelah lahir atau pada saat dilakukan USG kandungan. Kondisi ini ditandai dengan kelengkungan tulang belakang ke samping yang tidak normal dan dapat dilihat melalui pemeriksaan radiografi AP (anteroposterior) dan lateral penuh tulang belakang. Pemeriksaan ini penting untuk menentukan struktur tulang belakang dan mengidentifikasi jenis kelengkungan yang ada.

Selain radiografi, MRI (Magnetic Resonance Imaging) sangat penting untuk menilai adanya abnormalitas pada sumbu neural, seperti malformasi sumsum tulang belakang atau gangguan lain yang mungkin berkaitan dengan skoliosis kongenital. MRI memberikan gambaran yang lebih detail tentang struktur tulang belakang dan jaringan lunak sekitarnya, yang membantu dalam perencanaan pengobatan yang tepat.

Prevalensi skoliosis kongenital di populasi umum diperkirakan berada di kisaran 1% hingga 4%. Banyak kasus terjadi secara spontan, tanpa penyebab yang jelas. Namun, beberapa faktor risiko telah diidentifikasi, termasuk paparan maternal selama kehamilan. Diabetes, konsumsi alkohol, penggunaan asam valproat, dan hipertermia (suhu tubuh yang sangat tinggi) adalah beberapa contoh paparan yang dapat meningkatkan risiko terjadinya skoliosis kongenital pada bayi.

Pengobatan untuk skoliosis kongenital bervariasi tergantung pada tingkat keparahan dan progresivitas kelengkungan. Dalam beberapa kasus, pengamatan yang cermat mungkin cukup, sementara kasus lain mungkin memerlukan intervensi bedah. Keputusan pengobatan didasarkan pada evaluasi menyeluruh oleh tim medis, yang mungkin termasuk ahli ortopedi, neurologi, dan spesialis rehabilitasi.

Penting untuk diingat bahwa skoliosis kongenital dapat terjadi bersamaan dengan kondisi sistemik lainnya, seperti cacat jantung atau masalah genitourinari. Oleh karena itu, pendekatan multidisiplin sering kali diperlukan untuk memberikan perawatan yang komprehensif bagi pasien.

Untuk informasi lebih lanjut tentang skoliosis kongenital, Anda dapat merujuk pada sumber yang terpercaya seperti Orthobullets atau OrthoInfo dari AAOS. Kedua sumber ini menyediakan informasi mendalam tentang skoliosis kongenital, termasuk penyebab, diagnosis, dan opsi pengobatan yang tersedia.

Skoliosis kongenital adalah kondisi yang kompleks dan memerlukan pemahaman yang baik tentang berbagai aspek medis yang terlibat. Dengan pengetahuan yang tepat, pasien dan keluarga dapat bekerja sama dengan tim medis untuk mencapai hasil yang terbaik dalam pengelolaan kondisi ini.

Terapi Skoliosis Konservatif di Indonesia

Synergy CST, sebagai penyedia layanan terapi skoliosis konservatif di Indonesia, menerapkan latihan dan gerakan spesifik yang dirancang untuk kondisi kelengkungan tulang belakang pada pasien skoliosis. Tujuan utama dari latihan ini adalah kesadaran postural, peningkatan kenyamanan, dan pencegahan perburukan dari skoliosis.

Brace Skoliosis yang dibuat khusus oleh Synergy CST bertujuan untuk membantu stabilisasi kurva pada skoliosis dan mendukung proses koreksi menjadi lebih optimal. Dengan garansi yang mencakup penyesuaian gratis, pemantauan berkala, dan pemeliharaan selama 12 bulan, Synergy CST berkomitmen untuk memberikan perawatan terbaik bagi pasien skoliosis.

Manfaat Terapi Skoliosis Konservatif

Terapi skoliosis konservatif menawarkan berbagai manfaat, termasuk:

  • Kesadaran Postural: Meningkatkan postur tubuh secara fungsional dan estetika.
  • Peningkatan Kenyamanan: Memungkinkan pasien menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.
  • Pencegahan Progresivitas: Mencegah skoliosis menjadi lebih parah di masa depan.

Kesimpulan

Skoliosis kongenital adalah kondisi yang memerlukan perhatian dan perawatan khusus. Di Indonesia, Synergy CST menawarkan pendekatan terapi skoliosis konservatif yang telah terbukti secara ilmiah dan mengacu pada standar internasional. Dengan tim ahli yang bersertifikat dan berpengalaman, Synergy CST berdedikasi untuk membantu pasien mencapai kualitas hidup yang lebih baik tanpa operasi.

Untuk informasi lebih lanjut tentang terapi skoliosis konservatif di Indonesia oleh Synergy CST, kunjungi situs web terapiskoliosis.com.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *