LATIHAN SPESIFIK “SCHROTH” YANG TERBUKTI ILMIAH MENGATASI SKOLIOSIS

Schroth method adalah pilihan terapi skoliosis non operasi (konservatif). Terapi ini merupakan latihan spesifik yang diformulasi secara individual, untuk kelengkungan tiap pasien yang berbeda-beda. Tujuan dari latihan Schroth adalah untuk “de-rotasi”, mengembalikan stabilitas dan kesehatan tulang belakang secara 3 dimensi. Untuk mencapai tujuan tersebut, Terapi latihan fisik ini berfokus pada:

1. Mengembalikan kekuatan otot secara simetris di kedua sisi

Perubahan yang tidak normal pada tulang belakang juga akan mempengaruhi kekuatan otot dan keseimbangannya. Di satu sisi, otot akan menjadi semakin lemah karena tidak terpakai dalam aktifitas tubuh yang mengalami skoliosis. Pada sisi lainnya, otot akan menjadi lebih banyak terpakai dan cenderung menjadi lebih kaku. Latihan Schroth diciptakan dan dikembangkan untuk membantu mengembalikan keseimbangan kedua sisi otot-otot pendukung tulang belakang para skolioser secara simetris.

2. Memperbaiki kesadaran dalam berpostur

Katarina Schroth diketahui sangat bergantung pada penggunaan Cermin saat ia berlatih dalam perjuangannya melawan skoliosis. Cermin membantunya mengembangkan kesadaran dan kemampuan alami berpostur untuk memperbaiki ketidak-seimbangannya dalam berpostur. Perbaikan postur dan menjaga kebiasaan berpostur yang benar adalah hal pertama yang harus diperbaiki dalam terapi skoliosis konservatif. Skolioser dituntut harus menyadari penuh postur tubuh yang sesuai untuk kondisi skoliosisnya yang spesifik sepanjang waktu.

3. Latihan pernapasan dan gerakan yang melawan arah lengkungan skoliosis

Pernapasan adalah salah satu aspek utama dalam metode Schroth. Metode ini menerapkan teknik bernapas spesifik yang disebut “rotational angular breathing”. Dengan teknik ini, diharapkan terjadi rotasi korektif secara perlahan pada tulang belakang pada saat bernapas, untuk membantu memperbaiki posisi pada rongga dada, serta mengembalikan keseimbangan otot-otot disekitarnya untuk menjadi lebih aktif dan simetris.

Metode ini diciptakan oleh Katharina Schroth dan di populerkan oleh anak perempuannya, Christa Schroth. Katarina Schroth lahir di Jerman pada akhir 1800an, dan terdiagnosis Skoliosis pada usia remaja. Berbagai catatan sejarah dan pengetahuan mencatatkan kesuksesan dan pemulihan yang luar biasa pada skoliosis Katarina Schroth, dengan penggunaan Brace dan latihan yang ia kembangkan sendiri. Katarina Schroth dan putrinya kemudian membuka klinik terapi skoliosis konservatif dan pada saat itu tercatat telah membantu ratusan pasien skoliosis.

APA ITU LATIHAN SCHROTH UNTUK SKOLIOSIS?

Skoliosis adalah suatu kondisi yang kompleks. Jika dilihat secara kasat mata dan dari belakang, kita mungkin akan melihat skoliosis sebagai bentukan huruf C atau S pada tulang belakang. Namun yang sebenarnya terjadi adalah adanya putaran atau rotasi yang juga terjadi pada ruas-ruas tulang belakang kita. Selain itu, ruang persarafan yang terdapat di antara tiap ruas tulang belakang kita bisa jadi terkompresi dibeberapa titik, namun menjadi tertarik lebih panjang di titik yang lain.

Kondisi ini menimbulkan berbagai permasalahan kesehatan, bahkan dalam derajat yang masih sangat minim atau ringan. Oleh karena itu, terapi spesifik pada metode konservatif membutuhkan prinsip terapi 3-D atau tiga dimensi untuk memperbaiki kelengkungan dari berbagai sudut.

Rotasi pada skoliosis sangat berbeda pada tiap orang, oleh karena itu, para ahli dan profesional pada Terapi skolisiosis konservatif akan memberikan latihan spesifik yang berbeda pada tiap kondisi skoliosis. Latihan spesifik akan dilakukan pada berbagai posisi tubuh, yaitu berdiri, duduk atau berbaring. Alat bantu peraga tentu akan banyak digunakan dalam latihan spesifik skoliosis dan dilakukan dibawah pengawasan instruktur terlatih dan berpengalaman.

HASIL YANG DIHARAPKAN SETELAH ANDA MENJALANI TERAPI SKOLIOSIS “SCHROTH” DI SYNERGY CST

Banyak artikel penelitian ilmiah dan laporan di berbagai pusat terapi konservatif di dunia menyebutkan bahwa hampir seluruh pasien yang menjalankan Terapi “Schroth” merasakan adanya manfaat yang signifikan pada tubuh dan posturnya. Durasi program Schroth sangat bervariasi dan membutuhkan kedisiplinan dan komitmen yang tinggi pada Skolioser itu sendiri.

Selain adanya Koreksi yang dapat dibuktikan melalui Foto rontgen pada tulang belakang, hasil dari Terapi “Schroth” yang sering dirasakan oleh pasien adalah sebagai berikut:

  1. Perbaikan postur dalam kehidupan sehari-hari
  2. Perbaikan kekuatan otot inti (core muscle)
  3. Bernapas lebih lega
  4. Berkurangnya rasa tidak nyaman atau nyeri pada punggung
  5. Mampu menerapkan latihan spesifik Schroth secara mandiri di rumah
  6. Perbaikan posisi panggul dan bahu sebagai dampak perbaikan posisi tulang belakang

Latihan Schroth adalah pilihan terbaik untuk mengatasi Skoliosis bagi mereka yang takut atau khawatir akan dampak lain yang muncul akibat tindakan operasi. Dengan deteksi dini dan memulai terapi skoliosis konservatif sejak dini, progres pemulihan dan hasil yang baik diharapkan dapat terjadi lebih signifikan. Dengan begitu, kualitas hidup para penderita skoliosis dapat menjadi lebih baik.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *