family, kids, baby-457235.jpg

FAKTA SKOLIOSIS: ORANG TUA SERING TIDAK SADAR ANAKNYA TERKENA SKOLIOSIS

Skoliosis adalah kelainan atau derfomitas pada tulang belakang yang sering kali tidak disadari oleh orang tua, sehingga tidak jarang, kelengkungan skoliosis semakin membesar dan membatasi aktifitas sehari-hari. Faktarnya, kebanyakan orang tua baru menyadari bahwa anak mereka mengalami skoliosis ketika keluhan atau gejala menjadi sangat jelas. Artikel ini akan membahas mengapa orang tua perlu lebih waspada terhadap kondisi ini dan bagaimana mendeteksinya dengan lebih baik.

Apa Itu Skoliosis?

Skoliosis adalah kelengkungan tulang belakang yang tidak normal, yang bisa membentuk pola “S” atau “C”, disertai rotasi tubuh. Ini adalah masalah tulang belakang yang sebenarnya banyak terjadi disekitar kita dan dapat terjadi pada siapa saja, termasuk anak-anak. Skoliosis seringkali berkembang selama masa pertumbuhan anak-anak dan remaja, tetapi dapat juga terjadi pada orang dewasa. Deteksi dini dan terapi skoliosis konservatif yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

Gejala Skoliosis pada Anak

Salah satu alasan mengapa skoliosis sering tidak disadari adalah karena gejala yang muncul pada tahap awal mungkin tidak terlalu jelas. Namun, beberapa tanda dan gejala yang dapat diawasi oleh orang tua meliputi:

  1. Postur Tubuh Tidak Seimbang: Anak mungkin terlihat tidak tegak saat berdiri atau berjalan.
  2. Punggung Tidak Rata: Punggung anak mungkin terlihat tidak rata ketika mereka membungkuk ke depan.
  3. Bahu atau Pinggul Tidak Sejajar: Jika bahu atau pinggul terlihat tidak sejajar, ini bisa menjadi tanda adanya skoliosis.
  4. Nyeri Punggung atau Kekakuan: Beberapa anak mungkin mengalami nyeri punggung atau kekakuan, terutama ketika derajat kelengkungan semakin membesar.
  5. Perubahan pada Pakaian: Pakaian anak sering kali tidak pas dapat menjadi indikator adanya masalah pada tulang belakang.

Mengapa Orang Tua Sering Tidak Sadar?

Ada beberapa alasan mengapa orang tua sering kali tidak sadar akan skoliosis pada anak mereka:

  1. Gejala yang Tidak Selalu Terlihat Jelas: Gejala awal skoliosis mungkin tidak terlalu mencolok, sehingga sulit untuk dideteksi tanpa pemeriksaan yang cermat.
  2. Pertumbuhan yang Cepat: Skoliosis seringkali berkembang selama masa pertumbuhan anak-anak, dan perubahan postur tubuh dapat dianggap sebagai bagian dari pertumbuhan normal. Sedangkan pada skoliosis, pertumbuhan anak yang cepat justru menjadi masalah dan berpotensi memperbesar derajat kelengkungannya.
  3. Kurangnya Pengetahuan: Banyak orang tua mungkin kurang tahu tentang skoliosis atau tidak menyadari pentingnya pemeriksaan rutin.

Deteksi dan Tindakan

Deteksi dini skoliosis sangat penting. Orang tua perlu:

  1. Perhatikan Postur Anak: Orang tua harus memperhatikan postur anak mereka secara rutin dan mencari tanda-tanda yang disebutkan di atas.
  2. Pemeriksaan Rutin: Anak-anak sebaiknya menjalani pemeriksaan rutin oleh Profesional untuk memantau perkembangan postur tubuh mereka.
  3. Konsultasi dengan Profesional: Jika ada kecurigaan tentang skoliosis, segera konsultasikan dengan Profesional. Tim di Synergy CST dapat melakukan pemeriksaan fisik dan tes pencitraan tambahan seperti sinar-X jika diperlukan.
  4. Perawatan yang Sesuai: Jika telah dipastikan anak mengalami skoliosis, tim Synergy CST akan merencanakan Terapi Skoliosis Konservatif yang sesuai, termasuk pemantauan rutin, Latihan Spesifik, dan penggunaan Synergy brace skoliosis.

Skoliosis adalah masalah tulang belakang yang sering tidak disadari oleh orang tua hingga mencapai tahap yang lebih parah. Orang tua perlu waspada terhadap gejala-gejala yang mungkin muncul pada anak-anak mereka dan mencari bantuan medis jika perlu. Deteksi dini dan Terapi Skoliosis yang tepat dapat membantu anak-anak mengatasi skoliosis dan menjalani kehidupan yang sehat dan aktif.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *