SKOLIOSER BOLEHKAH BEROLAHRAGA? PANDUAN OLAHRAGA YANG COCOK UNTUK PENDERITA SKOLIOSIS

Apakah Anda memiliki skoliosis dan bingung apakah masih aman untuk berolahraga? Baca artikel ini untuk panduan tentang olahraga yang dianjurkan dan dihindari bagi penderita skoliosis di Indonesia. Temukan juga informasi tentang terapi skoliosis yang efektif lainnya di blog kami, atau anda dapat menghubungi kami dengan klik link berikut, KONSULTASI GRATIS.

Pernahkah Anda mendengar tentang skoliosis? Skoliosis adalah kelainan pada tulang belakang yang menyebabkan kelengkungan menyamping yang dapat disertai rotasi, sehingga menimbulkan berbagai permasalahan estetika dan kesehatan bagi penderitanya. Skolioser sering kali mempertanyakan olahraga apa yang dianjurkan, maupun tidak dianjurkan untuk dilakukan secara rutin. Mari kita bahas lebih lanjut mengenai olahraga yang dianjurkan dan dihindari bagi penderita skoliosis di Indonesia, serta panduan untuk menjaga kesehatan tulang belakang Anda.

Olahraga yang Dianjurkan

1. Renang

Di Indonesia, di mana suhu tropis memungkinkan olahraga air sepanjang tahun, renang adalah pilihan yang sangat baik bagi penderita skoliosis. Gerakan dalam air memberikan dukungan yang meredakan tekanan pada tulang belakang, sambil memperkuat otot-otot tubuh, terutama otot bagian dada dan punggung.

2. Berjalan

Olahraga sederhana ini memiliki dampak rendah pada tulang belakang dan dapat membantu menjaga postur tubuh yang baik. Di sisi lain, posisi berjalan yang benar dan tidak terburu-buru ternyata tidak terlalu memberikan tekanan yang berlebih pada tulang belakang kita. Oleh karena itu, berjalan 30-60 menit per hari boleh dan dianjurkan bagi penderita skoliosis.

3. Olahraga lain dengan gerakan korektif

Anda dapat memilih jenis olahraga yang menerapkan gerakan-gerakan yang bersifat korektif, sesuai bentuk anatomi tubuh, contohnya PILATES. Pilates cukup populer di berbagai pusat terapi skoliosis non operasi di seluruh dunia. Terapi skoliosis konservatif sering melibatkan latihan Pilates untuk menyeimbangkan otot-otot penyangga tubuh. Pastikan untuk melakukannya di bawah pengawasan instruktur pilates yang telah memahami Skoliosis dan implikasinya, serta memiliki sertifikasi khusus dan berpengalaman di bidang skoliosis, seperti di SYNERGY CST.

Olahraga yang Perlu Dihindari

1. Olahraga Kontak Fisik Tinggi

Olahraga seperti sepakbola dan rugby memiliki potensi risiko cedera yang tinggi pada tulang belakang dan sebaiknya dihindari. Hal ini dikarenakan aktifitas selama olahraga jenis ini pada dasarnya bersifat cukup keras, dan tentu saja berpotensi memberikan cedera lebih berat pada tulang belakang yang mengalami kelainan skoliosis.

2. Olahraga Ekstrem

Aktivitas ekstrem seperti olahraga air berisiko memperburuk kelengkungan tulang belakang dan sebaiknya dihindari. Selain dampak tekanan pada berbagai tulang, termasuk tulang belakang kita, olahraga ekstrim pada dasarnya memiliki resiko cedera yang tinggi, sehingga sebaiknya tidak dilakukan oleh mereka yang memiliki skoliosis.

3. Gerakan Rotasi Berlebihan hanya ke 1 arah (repetitif)

Olahraga yang melibatkan gerakan rotasi berlebihan dan hanya berulang-ulang ke 1 arah, seperti tenis atau golf, dapat memperburuk kondisi skoliosis. Gerakan olahraga yang melibatkan rotasi tulang belakang dapat mempengaruhi kekuatan otot dan mekanisme gerak pada penderita skoliosis. Jika dilakukan secara berulang, justru akan memperburuk kondisi skoliosis. Oleh karena itu, lakukan konsultasi dan latihan spesifik untuk mengoreksi postur dan kelengkungan skoliosis seperti di SYNERGY CST, sebelum anda berlatih olahraga jenis ini lebih jauh.

4. Angkat Beban Berat

Angkat beban yang tidak tepat atau berlebihan dapat meningkatkan tekanan pada tulang belakang dan berpotensi menyebabkan masalah. Angkat beban dengan gerakan yang tidak tepat sudah berpotensi menimbulkan cedera pada tulang belakang yang normal. Hal ini tentu saja wajib dihindari penderita skoliosis, mengingat postur yang buruk dan kelengkungan abnormal pada skoliosis justru akan menjadi lebih berbahaya jika mengangkat beban berat.

Namun anda tidak perlu khawatir, jika anda telah menjalani Terapi Skoliosis di SYNERGY CST dan telah membangun kesadaran dan kebiasaan menjaga postur yang benar dan korektif terhadap skoliosis anda, maka olahraga angkat beban ini akan membantu anda mencapai koreksi dan postur yang diinginkan. Oleh karena itu, segera hubungi SYNERGY CST untuk mendapatkan informasi mengenai Latihan Spesifik untuk menjaga postur koreksi anda di aktifitas sehari-hari.

Terapi Skoliosis yang Efektif

Di Indonesia, terapi skoliosis konservatif seperti di SYNERGY CST telah berkembang sangat pesat. Tim profesional dan konsultan berpengalaman di SYNERGY CST dapat merancang program latihan khusus dan Brace Skoliosis yang akan membantu menyeimbangkan otot-otot dan menyangga tubuh tulang belakang penderita skoliosis, agar mencapai postur dan koreksi yang optimal. Terapi ini dapat membantu mencegah progresi kelengkungan dan mengurangi gejala yang mungkin muncul dikemudian hari.

Penderita skoliosis di Indonesia tidak harus menghindari olahraga sepenuhnya, tetapi sangat penting untuk memilih jenis olahraga yang tepat dan menjaga postur tubuh dengan baik selama beraktifitas. Konsultasikan dengan dokter atau tim profesional di SYNERGY CST sebelum memulai program olahraga bagi anda yang memiliki kondisi skoliosis, terutama jika Anda memiliki kelengkungan yang signifikan. Ingatlah, setiap individu adalah unik, dan perhatian terhadap kebutuhan khusus Anda adalah kunci dalam merawat kesehatan tulang belakang Anda. Dengan demikian, Anda dapat menjalani hidup aktif dan sehat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *