CERVICAL SYNDROME: PENYEBAB PALING SERING NYERI LEHER

Pengertian Cervical Syndrome

Photo by Kindel Media

Cervical Syndrome adalah suatu sindrom atau kumpulan gejala yang disebabkan kelainan atau perubahan pada tulang yang menopang area leher dan jaringan lunak disekitarnya, seperti otot dan serabut saraf.

Gejala utama dari cervical syndrome adalah nyeri pada leher yang seringkali menyebar ke bahu, punggung atas, serta kedua lengan serta tangan. Keluhan dapat disertai nyeri kepala, pusing, dan lemas. Cervical syndrome tentu akan mengganggu pekerjaan dan aktivitas sehari-hari, sehingga mengakibatkan penurunan kualitas hidup penderitanya.

Penelitian dari National Institutes of Health mengenai cervical syndrome, menyebutkan nyeri atau keluhan leher merupakan masalah umum yang banyak dihadapi oleh banyak orang. Faktanya, 2 dari 3 orang di dunia pernah mengeluhkan nyeri leher meskipun hanya sekali di sepanjang hidupnya, dengan angka kejadian tertinggi pada usia 40-50 tahun.

Kasus Cervical syndrome semakin banyak ditemui di masyarakat akibat gaya hidup modern yang berpengaruh terhadap kebiasaan postur sehari-hari. Contohnya, kebiasaan duduk bekerja dengan laptop dalam waktu yang lama dengan posisi kepala menunduk. Postur ini akan memberikan stress dan tekanan berlebih pada tulang belakang leher, yang kemudian menimbulkan keluhan Cervical Syndrome.

Apa Saja Penyebab dari Cervical Syndrome?

Image by Lifestylememory on Freepik

Tulang belakang terdiri dari beberapa bagian, yaitu: leher (cervical), punggung (thoracal), dan pinggang (lumbal). Tulang belakang bagian leher (cervical) terbentuk dari 7 ruas tulang (vertebra) yang terpisahkan oleh diskus (bantalan sendi). Struktur diskus ini berfungsi untuk menyerap benturan (shock absorber) pada masing-masing vertebra.

Perubahan struktur di area leher yang terjadi dan dapat menyebabkan cervical syndrome, antara lain :

  1. Degenerasi (proses penuaan)

Seiring bertambahnya usia, diskus intervertebralis (bantalan di antara tulang belakang) akan semakin menipis dan tidak elastis.

  1. Herniasi

Pertambahan usia menyebabkan diskus menjadi lebih mudah untuk robek dan menyebabkan isinya keluar. Kondisi ini disebut “herniasi diskus” dan dapat menyebabkan penekanan pada saraf spinalis yang kemudian dapat menimbulkan keluhan nyeri, kesemutan dan rasa baal.

  1. Osteoarthritis

Osteoarthritis merupakan kondisi dimana celah sendi antar tulang belakang mengalami peradangan yang disebabkan oleh proses penuaan (degenerasi).

  1. Tonjolan tulang

Ketika kartilago pada sendi pada vertebra mengalami degenerasi dan tulang saling bergesekan, maka akan terjadi pertumbuhan tulang pada ujung vertebra. Pertumbuhan ini dapat menimbulkan gejala nyeri atau tidak ada gejala sama sekali. 

  1. Ligamen kaku
    Ligamen adalah struktur jaringan ikat yang menghubungkan antar tulang. Ligamen pada tulang belakang dapat menjadi semakin kaku seiring bertambahnya usia, dan kemudian menyebabkan gerakan leher menjadi kurang fleksibel.

Selain itu, terdapat beberapa faktor risiko yang menyebabkan cervical syndrome, diantaranya :

Demikian pembahasan mengenai Cervical Syndrome yang menjadi penyebab nyeri pada leher. Selain cervical syndrome, nyeri atau ketidaknyamanan pada area leher dan punggung bisa jadi berawal dari Skoliosis yang dapat ditangani dengan Terapi Skoliosis Tanpa Operasi di SYNERGY CST.

Mari menerapkan gaya hidup dan postur yang lebih sehat dalam beraktifitas untuk mencegah terjadinya berbagai kelainan yang mungkin dapat muncul pada tulang leher dan tulang belakang kita.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *